MA Plus Al-Ittihaad Gelar Sidang Karya Tulis Ilmiah, Latih Santri Jadi Peneliti Muda

Cikajang, Garut — MA Plus Al-Ittihaad kembali menyelenggarakan Sidang Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebagai bagian dari ujian akhir bagi santri kelas 12. Kegiatan yang digelar pada Kamis, 2 Oktober 2025, ini berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat di lingkungan madrasah.

📸 [FOTO 1 – Suasana pembukaan sidang KTI]

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang menjadi ciri khas MA Plus Al-Ittihaad dalam membekali santri dengan kemampuan berpikir ilmiah dan menulis akademik. Selama tiga tahun menempuh pendidikan, santri dibimbing untuk meneliti, menulis, hingga akhirnya mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya melalui proses sidang — layaknya skripsi di perguruan tinggi.

📸 [FOTO 2 – Santri mempresentasikan hasil penelitian]

Yang membuat sidang tahun ini terasa istimewa, pelaksanaannya tidak hanya diikuti oleh santri kelas 12, tetapi juga dihadiri oleh santri kelas 10 dan 11 sebagai peserta observasi. Kehadiran mereka memberikan suasana baru dan menjadi sarana pembelajaran langsung untuk memahami bagaimana proses penelitian dan sidang berlangsung.

“Ini pengalaman berharga buat adik-adik kelas, supaya mereka punya gambaran sejak dini bagaimana melakukan penelitian ilmiah dan mempresentasikannya secara percaya diri,” ungkap salah satu guru pembimbing.

📸 [FOTO 3 – Santri kelas 10–11 menyimak jalannya sidang]

Meskipun masih di bangku Madrasah Aliyah, para peserta sidang menunjukkan kemampuan berpikir kritis dan ide-ide yang tajam. Banyak dari karya mereka mengangkat isu-isu kontekstual di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar, menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi sekaligus kemampuan analisis yang mendalam.

Salah satu karya yang menarik perhatian berjudul “Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) Sederhana: Solusi Inovatif untuk Mengurangi Penumpukan Limbah di Pesantren”, dengan studi kasus di PPI 104 Al-Ittihaad. Karya ini menunjukkan bagaimana santri mampu menghadirkan solusi ilmiah berbasis lingkungan yang aplikatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari di pesantren.

📸 [FOTO 4 – Santri menjelaskan hasil penelitian PLTSA]

Menurut pengakuan salah satu santri peserta, suasana sidang ternyata tidak setegang yang dibayangkan sebelumnya.
“Ternyata sidang itu nggak seseram yang dipikirin,” ujarnya sambil tersenyum. “Kalau kita siap dan paham sama yang kita tulis, malah jadi seru. Banyak yang deg-degan di awal, tapi akhirnya bisa enjoy juga.”

📸 [FOTO 5 – Dewan penguji memberikan penilaian]

Kepala MA Plus Al-Ittihaad turut mengapresiasi semangat dan kedewasaan berpikir para santri.
“Sidang karya tulis ilmiah ini bukan sekadar ujian akademik,” tuturnya. “Lebih dari itu, ini adalah latihan tanggung jawab ilmiah, cara berpikir kritis, dan kejujuran intelektual. Kami bangga karena para santri mampu menunjukkan kedewasaan berpikir yang luar biasa di usia mereka.”

📸 [FOTO 6 – Momen penutupan sidang / foto bersama dewan penguji dan peserta]

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, pihak madrasah berharap agar para santri terus mengembangkan semangat meneliti dan menulis ilmiah, serta membawa nilai-nilai keilmuan dan kepedulian sosial di setiap langkah mereka ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *